Tampilkan postingan dengan label FreeNas. Tampilkan semua postingan

Video Install squid on freeNAS by Reges007  


Berikut video tutorial bagaimana cara menginstall squid di freeNAS
Download link :
please register first to download this file!
versi avi (37.9 Mb) :
squidOnFreeNAS.avi
sampel squid.conf
dengan nilai TOS/DSCP 12
zph_mode tos
zph_local 0x30
zph_parent 0
zph_option 136

http_port 3128 transparent
icp_port 0
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
cache_access_log /usr/local/squid/logs/access.log
cache_log /usr/local/squid/logs/cache.log
cache_store_log none

cache_mem 96 MB
cache_dir ufs /usr/local/squid/cache 2000 64 128
maximum_object_size 4096 KB
minimum_object_size 8 KB
maximum_object_size_in_memory 16 KB
ipcache_size 4096
fqdncache_size 4096

redirect_rewrites_host_header off
#auth_param basic program /usr/local/libexec/squid/pam_auth
auth_param basic children 5
auth_param basic credentialsttl 2 hours
#acl pam proxy_auth REQUIRED
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl localnet src 192.168.0.0/255.255.255.255
#acl our_network src 192.168.123.0/255.255.255.0
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl Safe_ports port 80 443 210 119 70 21 1025-65535
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow localhost
#http_access allow pam
http_access allow localnet
http_access allow all
#http_access allow our_network
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT
http_access deny all
cache_mgr mailto:reges@yahoo.com
log_icp_queries off
buffered_logs off
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
visible_hostname reges.freeNAS

refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern -i \.gif$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.jpg$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.jpeg$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.bmp$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.mid$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.wav$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.ico$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.yim$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.jar$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.ldict$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.swf$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.class$ 10080 100% 43200
refresh_pattern -i \.cab$ 10080 100% 43200
refresh_pattern . 10 100% 10080

sumber : disini

User Management & Security’ pada FreeNAS by Mamat  


Sebelumnya dalam konfigurasi dasar FreeNAS, share folder pada FreeNAS menggunakan Service CIFS/SAMBA dengan authentifikasi user di set menjadi anynomous (tanpa pengamanan sama sekali), sehingga semua ‘local user/komputer’ yang terhubung dalam jaringan dapat melihat, mengeksekusi,bahkan menulis/menghapus file/folder yang telah dishare. Hal ini tentunya ingin dihindari, file/folder yang ada pada Server FreeNAS harus di’amankan’.
Bagi yang baru membacanya, tulisan ini masih lanjutan dari tulisan terdahulu : Membangun Server NAS dengan FreeNAS. Jika Anda belum mengetahui cara instalasi FreeNAS Anda dapat membaca tutorial sebelumnya sebelum melanjutnya untuk membaca bagian ini.
Kali ini kita akan melakukan sedikit konfigurasi agar folder/file yang dishare hanya bisa diakses oleh user tertentu saja. Pada FreeNAS kita dapat mengatur manajemen user/group untuk authentifikasi (Menu Access), dengan pilihan :
  1. User and Groups (Local User Management)
  2. Active Directory,
  3. LDAP
Pembahasan mengenai user management akan saya fokuskan pada Local User Management (User and Groups).
Sebelum membahas user/group, kita kembali dulu ke FreeNAS yang telah dibuat sebelumnya. Server FreeNAS terdahulu sudah bisa diakses melalui Jaringan (Windows Network Neighborhood) atau melalui alamat \\Nomor_IP_Server_NAS\
Mount Point yang ada di FreeNAS ini baru terdapat 1 mount point yaitu : DATA. Kita tentunya tidak ingin semua user mengakses/menyimpan datanya di satu folder ini saja, karena pasti akan membingungkan. Oleh karena itu sebaiknya setiap user dibuatkan folder tersendiri. Folder ini nantinya akan menjadi home directory untuk user tersebut.
Contoh:
UserGroupHome Directory
mamat
arief
harun
syafri
lukman
doel
ahmal
produksi
produksi
keuangan,produksi,marketing
marketing,administrasi,sales
marketing
sales
administrasi
produksi
-
keuangan
-
marketing
sales
administrasi
Sekenarionya adalah sebagai berikut : (saya langsung memberi contoh saja)
User mamat memiliki home directory produksi. Jadi folder produksi pemiliknya adalah mamat. Folder ini hanya bisa ditulisi/dihapus oleh pemiliknya yaitu mamat. User yang berada satu group dengan mamat seperti Arief, memiliki hak untuk membaca/ mengeksekusi folder ini, tetapi tidak memiliki hak untuk menghapus atau menulis ke folder ini. User lainnya diluar group produksi tidak memiliki hak untuk membaca/menulis ke folder ini.
Skenario yang sama juga akan kita terapkan pada folder-folder yang lainnya sehingga masing-masing folder akan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik.
Dari jendela Explorer (Windows Network Neighbourhood) pada share FreeNAS (Data), Anda bisa membuat folder sesuai dengan yang dibutuhkan, seperti pada contoh diatas. Folder-folder ini masih bisa langsung dibuat melalui Windows yang terhubung ke FreeNAS server karena authentifikasi untuk layanan CIFS/SAMBA masih di set anynomous. Anda juga bisa membuat folder pada mount point ini melalui shell console secara langsung pada FreeNAS, tentu saja dengan menggunakan command unix : MKDIR [nama_folder]
Struktur Folder yang dibuat akan tampak seperti berikut :
[+] DATA
- produksi
- marketing
- administrasi
- keuangan
- sales
Buat share untuk masing-masing folder pada SAMBA. Anda bisa mengaksesnya di halaman Service-CIFS/SAMBA pada tab Share. Klik [+] untuk menambahkan share baru. Share yang pertama dibuat yaitu data bisa Anda hapus, klik [x] yang terdapat disebelah kiri dari share Data tersebut.Jangan lupa pada tab setting ubah Authentication menjadi local user.
Setelah share untuk masing-masing folder telah dibuat di CIFS/SAMBA dan authentifikasi di set ke local user, sekarang kita akan memulai membuat user groups dan user account melalui WEB GUI dari FreeNAS.grp add
Menambahkan GroupUntuk menambah grup pilih halaman Access/Users and Groups .
  1. Klik tab Groups kemudian klik [+] untuk menambahkan Group.
  2. Masukkan nama gruup
  3. Masukkan deskripsi group lalu klik Add dan Apply Changes.
Menambah UserMasih pada halaman Access/Users and Groups. Klik tab Users kemudian klik [+] untuk menambahkan user.
Login : isi dengan user name (misalnya mamat, arief, lukman, harun, dst), gunakan angka dan huruf saja tanpa spasi.
Full name : isi dengan Nama lengkap (biasanya disamakan dengan login).
Password : isi password yang akan digunakan untuk login.
User ID
 : secara default akan terisi otomatis jadi gak usah di ubah.
Primary Group : pilih group untuk user.
Additional Group : pilih tambahan group untuk user jika user tergabung lebih dari 1 group (pada contoh diatas seperti user harun dan syafri). Untuk memilih lebih dari satu group tekan dan tahan tombol ctrl kemudian klik pada nama group yang akan dipilih.
home directory :isi dengan path lengkap folder yang akan menjadi home direktori dari user. Path ini tidak boleh salah. (contoh : dalam tutorial ini user mamat pathnya adalah /mnt/data/produksi/ ).
Shell access : pilihan apakah user bisa mengakses server melalui shell (SSH) atau tidak.
Setelah semuanya lengkap klik tombol Add lalu Klik tombol Apply untuk menyimpan penambahan user yang baru saja Anda lakukan. Ulangi langkah diatas untuk menambahkan user yang lainnya.
Setelah user dan group telah di tambahkan langkah selanjutnya adalah mengatur permission pada masing-masing folder yang telah dibuat agar sesuai dengan skenario yang kita inginkan.
Folder Permission dan OwnershipUntuk mengatur folder permission dan ownwership ini belum dapat dilakukan melalui GUI FreeNAS. Untuk itu harus dilakukan secara manual melalui console shell freeNAS. Dari menu utama FreeNAS pilih angka 6 untuk masuk ke shell mode. Atau bisa juga secara remote melalui SSH ( aktifkan layanan SSHD terlebih dahulu melalui webGUI FreeNAS).
datacenter :~#
datacenter :~# cd /mnt/data 
(pindah ke folder /mnt/data)
datacenter :/mnt/data # ls 
(lihat isi direktori /mnt/data)
.snap administrasi produksi
marketing sales keuangan
set group folder dengan perintah chgrp [nama_grup] [nama_folder]
Tambahan : sebaiknya menggunakan opsi -R agar folder yang terdapat dibawah folder utama juga akan dimasukkan dalam grup folder. perintahnya menjadi : chgrp -R [nama_grup] [nama_folder]

datacenter :/mnt/data # chgrp -R produksi produksi
datacenter :/mnt/data # chgrp 
-R marketing marketing
datacenter :/mnt/data # chgrp -R administrasi administrasi
dst…
set folder ownership dengan perintah chown [nama_user[ [nama_folder]Tambahan : sebaiknya menggunakan opsi -R agar folder yang terdapat dibawah folder utama juga akan dimasukkan dalam ownership. perintahnya menjadi : chown -R [nama_user] [nama_folder]
datacenter :/mnt/data # chown -R mamat produksi
datacenter :/mnt/data # chown 
-R harun keuangan
datacenter :/mnt/data # chown 
-R lukman marketing
dst …
set folder permission untuk owner, group, dan diluar owner/grup
gunakan perintah chmod -R 750 [nama_folder]. opsi -R berarti Rekursif, maksudnya perubahan ini juga diterapkan pada folder yang terdapat dibawahnya. chmod 750 berarti : owner mempunyai akses full (baca/tulis/eksekusi), group mempunyai akses baca dan eksekusi saja, sedangkan user lain diluar grup/owner tidak memiliki akses.

datacenter :/mnt/data # chmod -R 750 produksi
datacenter :/mnt/data # chmod -R 750 marketing

dst …
Saya gak akan menjelaskan lebih lanjut tentang permission dan ownership ini karena tutorial seperti ini banyak terdapat di Internet (cari aja lewat google) atau Anda baca disini : Blog Dark Angel
PenutupSetelah membuat user, group, dan share serta mengatur user permission danownership pada folder yang ada, kini folder-folder yang di mount pada FreeNAS memiliki tingkat kemanan yang sedikit lebih baik. Ketika Anda mencoba mengkasesnya melalui windows network, Anda akan diminta untuk memasukkan username dan password agar bisa mengakses folder-folder tersebut.
Tambahan :Agar tidak sembarang orang bisa mengakses Shell console langsung dari FreeNAS, Anda bisa menghilangkan menu Shell pada main menu FreeNAS. Caranya : pada webGUI dibagian System – Advanced – tab Advanced setup di bagian Miscellaneous console menu beri tanda centang [v] pada Disable console menu. Perubahan ini akan aktif setelah FreeNAS restart.

Membangun Server NAS dengan FreeNAS by Mamat  


Untuk membuat NAS Server dengan FreeNAS, tidak dibutuhkan komputer yang canggih, sebuah PC dengan memori 128MB sudah cukup untuk menjalankan FreeNAS ini. Tetapi kalo ada yang lebih bagus tentu kinerjanya lebih baik juga. FreeNAS mendukung protokol CIFS (Samba), FTP, NFS, RSYNC dan AFP. FreeNAS juga mendukung RAID (0,1, dan 5).
Sekedar sharing pengalaman instalasi FreeNAS, berikut langkah-langkah instalasi dan konfigurasi dasar untuk membuat NAS Server sendiri.
Komputer Server : Komputer yang dijadikan sebagai NAS Server.
Sepesifikasi : IBM eServer Pentium III 1266 MHz, Memori 256Mb + 128Mb, HD Samsung Spinpoint 40 GB.
Instalasi :Instalasi FreeNAS dapat dilakukan dengan 2 cara :
  • Menggunakan LiveCD, konfigurasi disimpan di Floppy atau USB Disk.
  • Install FreeNAS pada Disk (HD/USB Disk/Memori Drive). Dalam tutorial ini kita akan menggunakan opsi ini.
Langkah-langkah instalasi :
  1. Download dulu file iso FreeNAS di http://www.freenas.org/ pilih paket yang statusnya sudah stabil (stable). Saat tulisan ini saya buat saya menggunakan versi LiveCD 0.686.3 (release tgl. 13-03-2008 ). Setelah download selesai bakar ISO file tadi menggunakan Software CD Burning misalnya Nero.
  2. Masukkan FreeNAS CD ke dalam CD-Rom dan booting komputer dari CD.
  3. Tunggu hingga FreeNAS Console Setup Menu muncul (setelah bunyi beep ), FreeNAS Console Menu biasanya terhalang oleh semacam wallpaper untuk menghilangkan cukup tekan ENTER.
    “Console setup”
    “*********************”
    1) Assign Interface
    2) Set LAN IP address
    3) Reset WebGUI password
    4) Reset to factory defaults
    5) Ping host
    6) Shell
    7) Reboot system
    8) PowerOff system
    9) Install to a hard drive/memory drive/USB Pen, etc.
  4. Karena akan di install ke HD, pilih opsi 9.
    “Install & Upgare”
    “*********************”
    1) Install ‘embeded’ OS on HD/Flash/USB
    2) Install ‘embeded’ OS on HD/Flash/USB + data partition
    3) Install ‘full’ OS on HDD + data partition
    4) …
    5) …
    6) …Opsi 4,5,6 merupakan pilihan untuk upgrade.
    Pilih nomor 3, opsi ini akan menginstall OS FreeNAS ke Hard Disk.FreeNAS ‘full installer for HDD
    - create MBR partition 1, using UFS, costumizable size for OS
    - create MBR partition 2, using UFS, for DATA
    - …
    WARNING : There will be some limitation ….
  5. Perhatian! pilihan 3 akan menghapus seluruh partisi dan data dalam HD, jadi pastikan tidak ada data penting dalam HD yang akan digunakan. Klik OK untuk melanjutkan.
  6. Tentukan besar partisi 1 untuk OS, minimalnya 64 MB. Anda bisa mengikuti nilai default (64 MB) atau memberi sedikit ruang (misalnya 128 MB) untuk tambahan modul di kemudian hari.
  7. Script installer akan melakukan proses instalasi ke HD, sesaat kemudian (1-2 menit) instalasi akan selesai.
    catatan :
    Pilihan Install Full OS on HD secara otomatis membagi 2 partisi HD. Partisi 1 untuk OS dan partisi 2 untuk Data. Partisi kedua telah terformat secara otomatis, jadi tidak perlu lagi diformat untuk digunakan.
    Untuk menggunakan Partisi Data ini :
    1. Tambahkan disk ad0 pada halaman “Disk” Management.
    2. Tambahkan mount point pada halaman “Disk” Mountpoint
    Gunakan parameter berikut :
    Disk ad0, partisi 2, Filesystem UFS— Bagian ini akan dijelaskan lebih lanjut pada konfigurasi melalui WEBGUI —
  8. Keluarkan CD FreeNAS dari CDROM Driver lalu Reboot komputer server.
Konfigurasi AwalSetelah booting, Anda akan kembali ke FreeNAS Console Setup Menu.
“Console setup”
“*********************”
1) Assign Interface
2) Set LAN IP address
3) Reset WebGUI password
4) Reset to factory defaults
5) Ping host
6) Shell
7) Reboot system
8) PowerOff system
9) Install to a hard drive/memory drive/USB Pen, etc.
  1. Secara otomatis (default), FreeNAS akan menggunakan NIC / LAN Card yang pertama (yang terdeteksi) dengan IP Address defaultnya adalah 192.168.1.250. Jika komputer server hanya mempunyai 1 NIC opsi nomor 1 tidak perlu dilakukan, karena umumnya LAN card secara otomatis akan terdeteksi.
  2. Selanjutnya adalah mengatur IP Address dari NAS Server ini, pilih 2kemudian akan muncul semacam pilihan untuk menggunakan DHCP atau tidak. Sebaiknya pilih untuk tidak menggunakan DHCP. Masukkan IP Address yang digunakan dalam jaringan (contoh 192.168.8.128 /24 , gateway dan DNS 192.168.x.254). Untuk IP v6 karena belum digunakan pilih saja opsi otomatis.
  3. Setelah LAN setting, pilih nomor 5 dan lakukan ping ke komputer lain dalam jaringan untuk memastikan koneksi sudah OK.
Konfigurasi Dasar (Web Based)
Jika koneksi jaringan sudah OK, bisa ping ke komputer lain dari FreeNAS PC. Gunakan komputer lain untuk mengakses WebGUI dari FreeNAS ini. Ketikkan IP Address FreeNAS server (contoh : http://192.168.8.128 ) selanjutnya akan muncul dialog box untuk login seperti gambar berikut :
login
Pada kotak login/password masukkan :
1. Default Username : admin
2. Default password : freenas
3. Klik OK
WEBGUI Layout
webgui
Jika login berhasil (seharusnya berhasil karena masih menggunakan password default) Anda bisa melihat tampilan webGUI seperti diatas. Menu-menu untuk konfigurasi terdapat disebelah kiri.
Dibagian System-General Setup, Anda bisa mengatur nama untuk NAS server ini. Dalam beberapa modul terdapat kontrol yang berbentuk [+] , [x] dan [e].
[+] = Tambah elemen
[x] = Menghapus elemen
[e] = Edit elemen
Untuk konfigurasi dasar, yang perlu di setting agar NAS Server ini bisa online adalah di bagian Disks dan Services.
Konfigurasi DisksDisk harus ditambahkan terlebih dahulu sebelum bisa di format dan di mount ke FreeNAS. Alur proses untuk konfigurasi sharing pada FreeNASi adalah :
1. Tambahan Disk (Add Disks)
2. Format Disks (jika diperlukan) menggunakan file system UFS
3. Mount Disk (Add Mount Point)
4. Enable Services (CIFS, FTP, dll.)
Untuk menambahkan Disk, Klik Managent (dari menu Disk). Pada halaman Disks/Management klik [+]
disk mng
Selanjutnya,
Tambah Disk
disk add
Pada pilihan Disk Add, gunakan parameter berikut :
Disk : ad0
Preformatted FS : Unformated
Untuk paramater lain gunakan saja setting default-nya.
Untuk Server NAS dengan HD lebih dari 1, ulangi langkah diatas untuk menambahkan disk.
Klik Apply Changes jika telah selesai menambahkan disk.
Format DiskUntuk Server dengan 1 HD, opsi ini tidak perlu dilakukan karena pada saat instalasi partisi data telah diformat secara otomatis. Namun jika menggunakan HD lebih dari 1, HD yang kedua, dst harus di format.
disk format
Akan muncul konfirmasi untuk melakukan format disk :
disk format
Mounting DiskSetelah diformat, disk harus di mount sebelum digunakan.
mount
Untuk Server dengan 1 HD, gunakan paramater berikut :
Disk : ad0
Partition : 2 ( karena server di install pada 1 HD, partisi 1 digunakan untuk OS )
File system : UFS
ShareName : misalnya DATA)
Description : Dataku (contoh)
Klik add, dan Apply Changes
Mengaktifkan Service pada FreeNASCIFS/SAMBA digunakan untuk digunakan dalam lingkungan windows, maksudnya agar folder yang telah dishare/mount bisa dikenali pada komputer windows (‘Network neighborhood’).
samba
Untuk parameternya isikan sebagai berikut :
Pastikan kotak enable diaktifkan
Authentification : Anonymous (semua orang dalam jaringan bisa mengakses FreeNAS)
Netbiosname : misalnya DATACENTER (Nama komputer yang akan muncul dalam windows neighbourhood)
Workgroup : nama workgroup (sesuaikan dengan nama Workgroup).
yang lainnya biarkan default. Klik Save dan Restart.
SharesKlik [+] untuk menambahkan share
share edit
Parameter :
Name : Nama share misalnya DATA
Comment : Isi keterangan mengenai share ini misalnya Dataku
Path : path folder [gunakan tombol [...] untuk melihat daftar folder yang ada.
Klik SAVE
– OK –
Sampai disini konfigurasi dasar untuk FreeNAS telah selesai. Namun tentu saja masalah securiti nya masih belum dioptimalkan. Juga masih terdapat beberapa layanan yang belum diaktifkan tetapi saya yakin Anda bisa mempelajarinya sendiri.
Menguji dan menggunakan Share dari FreeNAS
Dari komputer lainnya dalam jaringan FreeNAS (sebagai contoh saya memakai windows XP Pro). Ketikkan pada windows explorer IP address dari NAS server (contoh : \\10.19.2.5). Klik OK
Share Folder pada NAS Server seharusnya akan terlihat dan sudah dapat di akses.
Share ini tersedia (dapat diakses) dalam jaringan dengan mode akses Read/Write (full access). Share juga dapat di map menjadi local drive untuk memudahkan menelusurinya. Anda bisa mencobanya dengan mengcopy file/folder ke share ini.
Tutorial lengkap tentang FreeNAS dapat Anda baca pada WIKI FreeNAS di situs resmi FreeNAS (http://www.freenas.org)

sumber : disini